Tulisan ini ditulis dari keresahan hati terdalam. Ditulis dengan hati-hati. Ditulis agar suatu hari momen ini dapat dilihat kembali dan diresapi secara mendalam. Tulisan ini sepertinya hanya akan dipahami oleh orang-orang yang benar-benar mengetahuinya secara dekat. 

Apapun itu, semoga tulisan ini ditemukan dan dibaca dengan sebaik-baiknya. Percayalah, tidak ada intensi buruk dari setiap kata yang tertoreh.

--

Kalau menjadi dewasa artinya adalah menjadi jauh dari hal-hal menyenangkan, sejujurnya aku lebih memilih menjadi muda dan bebas saja. Banyak mendengar dan membaca cerita orang-orang, tentang bagaimana waktu menghancurkan banyak hal dalam hidup. Mengubah diri sendiri, mengubah seseorang. Berubah dan mendekatkan orang-orang baru. Berubah dan mejauhkan orang-orang lama. 

Mungkin salah satu kalimat yang paling populer adalah...

kita sudah berjalan ke arah yang berbeda

dan untuk waktu yang lama, demi perasaan yang lebih tenang walau penuh kepalsuan, kita memilih yakin bahwa semua masih seperti dulu, semua masih sama. Penolakan itu tidak mendamaikan apa-apa, malah menyiksa lebih lama, karena jauh di lubuk hati yang paling dalam, kita tahu ada yang berbeda. 

Duduk diam dalam ruang gelap, bersama dengan keyakinan semu yang berusaha ditanam setiap hari. Tubuh dan hati kecil memberikan sinyal lain, tetapi menolak pemikiran itu jauh lebih mudah daripada harus menerimaya. 

Menerima artinya siap merasakan rasa sakit dan perih. Siap menangis dan meratapi masa indah yang telah lewat. Siapa yang siap merasakan sakit sedalam itu? Bukan aku, mungkin juga bukan kamu. Menunda, berharap suatu hari akan siap. Sayangnya tidak akan pernah ada waktu yang tepat, tidak akan pernah ada perasaan siap. Sekarang ataupun sepuluh tahun lagi, lukanya akan selalu terasa seperti baru terjadi kemarin. 

Dan dalam diam, aku masih memilih untuk yakin, memilih untuk memberikan kesempatan kedua. Mungkin aku yang salah melihat segalanya. Mungkin memang bukan itu maksudnya. 

Aku belum bersedih, karena aku masih memilih untuk percaya. Hingga suatu hari kepercayaan itu menjadi nyata, ataupun sebaliknya.