Sebagai seseorang yang hampir selalu mampu melihat makna di balik sebuah kata dan sikap seseorang, kemampuan ini sering kali mengantarkan aku pada pengalaman seru. Tetapi terkadang rasanya pahit, tergantung dari siapa tokoh yang terlibat di dalamnya. 

Kalau dia orang jauh, makna terselubung yang berusaha disampaikan terlihat lucu dan menarik.

Tetapi kalau tokoh observasinya adalah orang terdekat, orang yang sehari-hari bertegur sapa, bahkan menghirup nafas di ruangan yang sama, rasanya menjadi... berbeda.

Banyak makna di balik kata yang berusaha disembunyikan, tetapi aku terlalu paham maknanya. Tidak perlu dikonfirmasi lewat bahasa verbal, konfirmasinya cukup dengan menyatukan puzzle pemikiran-pemikiran yang selama ini sering terlontar. 

Di beberapa kesempatan rasanya biasa saja.

Di momen yang lain rasanya membingungkan, memunculkan banyak pertanyaan.

Di momen tertentu, rasanya sedikit menyakitkan. 

Bahkan jika memang diskusi itu terjadi, aku yakin tidak akan ada satupun kata yang bisa membuat maknanya menjadi lebih baik. 

Kata-kata itu mungkin terdengar biasa saja di telinga orang lain, tetapi tidak biasa untuk telinga dan hatiku.