Minggu, 17 Desember 2017


Kehidupan sebagai mahasiswa awalnya terasa sangat membosankan. Semester satu berlalu tanpa banyak meninggallkan kenangan yang indah. Saat itu aku hanya bergabung di paduan suara kampus dan rasanya sangat membahagiakan sekaligus membanggakan. Sulit sekali bisa diterima paduan suara kampus yang namanya banyak dikenal mahasiswa, bahkan orang umum. Tetapi aku bahkan hampir tidak pernah datang ke latihan reguler, aku tidak datang karena lebih memilih untuk pulang ke rumah. Aku memilih bus sebagai transportasi yang saat itu dirasa paling sempurna, karena itulah aku memilih untuk cepat pulang karena jika terlalu sore dapat dipastikan aku akan berdiri dan hal tersebut sangat aku hindari. Karena itulah aku tidak aktif di kampus, walaupun sebenarnya aku sangat mencintai dunia organisasi.

Semester satu aku sempat mendaftar menjadi bagian dari kepanitiaan yang dibuat oleh  HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa Psikologi), aku mendaftar di projek NARADA (Nada dan Rasa dalam Drama), mendaftar menjadi staff perlengkapan. Begitu banyak kesalahan yang aku lakukan selama assesment berlangsung, aku menyadarinya. Aku ditolak dan aku merasa sangat sedih. Ya sudahlah, aku belum di izinkan untuk aktif di kampus.

Semester dua, salah seorang senior yang menjabat sebagai koordinator bidang SDM paduan suara, menghubungiku dan mengajakku untuk menjadi PO acara UKM. Aku menyetujuinya dan memilih salah seorang rekan kerja, kami kerja berdua dan membuat sebuah acara. Acara tersebut membuka peluangku menjadi pengurus UKM paduan suara. Aku diangkat menjadi staff SDM, tentu aku menerimanya. Sejak saat itu hari-hariku tidak lagi hanya untuk berkuliah, namun menjadi pengurus. Membanggakan. Membahagiakan.

Begitu banyak pengalaman yang aku dapatkan selama menjadi pengurus. Aku mencintai paduan suara dan menganggap setiap orang didalamnya seperti keluarga. Aku sangat mencintainya, hingga aku begitu menangis ketika merasa kecewa akan hal-hal yang terjadi selama aku menjabat sebagai staff SDM.
Tidak hanya menjadi staff SDM, aku juga menjadi panitia acara makrab paduan suara, pernah menjadi kakak kelompok makrab, panitia konser, dan kegiatan lainnya. Intinya aku sangat mencintai pekerjaanku menjadi bagian dari paduan suara tempat aku tertawa dan menghabiskan waktu bersama. Aku bahkan rela pulang malam untuk organisasi yang saat itu sedang aku jalani. Hingga akhirnya ada beberapa kejadian yang membuatku tidak lagi aktif dalam organisasi tersebut.

Sebelum benar-benar berpisah, aku memutuskan untuk bergabung menjadi bagian dari HIMAPSI. Awalnya aku merasa agak gila karena aku memiliki banyak tanggungjawab di paduan suara, belum lagi semester 4 yang sangat mengerikan, namun kini aku merasa bersyukur dan beruntung karena sudah sangat tepat mengambil keputusan. Sebelum bergabung dengan HIMAPSI aku pernah satu kali menjadi panitia projek yang HIMAPSI buat, yaitu Psylution (Psychology as Solution). Sepertinya kinerjaku dalam projek juga menjadi salah satu tiket bagiku yang akhirnya diterima dan bergabung di HIMAPSI, sebagai staff educational development.

Sejak aku bergabung dengan HIMAPSI dan sudah tidak lagi aktif di paduan suara, aku benar-benar mengerahkan segala tenaga dan waktu untuk organisasi yang sedang aku jalani hingga saat ini. Menjadi bagian HIMAPSI tidaklah mudah, rumor HIMAPSI yang memiliki banyak pekerjaan dan membuat mahasiswa menjadi super sibuk sangat sering terdengar. Tidak masalah, aku siap menerima tantangan.

Educational development memiliki begitu banyak pekerjaan yang harus kerjakan, salah satunya menjadi teman projek (dulu disebut supervisi) di projek-projek yang dibuat oleh HIMAPSI. Aku menjadi teman projek dalam projek olahraga, yaitu Psycholympic. Sebagai edudev, aku harus memastikan dinamika kelompok berjalan dengan baik, mencoba membantu menyelesaikan masalah yang terjadi apabila sudah terlalu besar untuk diselesaikan oleh BPH projek, aku juga harus menulis laporan bulanan, menulis individual report bagi setiap panitia dan pekerjaan lainnya. Tapi aku tahu betul, aku sangat menikmati pekerjaan yang aku jalani. Walau tidak mendapatkan imbalan berupa uang, tapi begitu banyak pembelajaran yang aku dapatkan.

Ditengah-tengah kesibukan semester 4, semester paling mematikan, aku bisa berjuang menjalani tanggungjawabku sebagai bagian dari HIMAPSI. Kini aku tidak hanya menjadi edudev HIMAPSI, aku dipercaya memegang sebuah projek sinergi bersama dengan fakultas lain. Aku menjadi projek manager/ketua projek tersebut yang rencanaya akan berjalan tahun depan, 2018.

Kini kesibukanku tidak hanya memusingkan perkuliahan, namun disibukan dengan urusan dan masalah organisasi yang herannya begitu aku nikmati setiap proses yang berjalan. Aku mencintai apa yang aku kerjakan, layaknya aku mencintai paduan suaraku dulu, aku selalu dapat memaknai apa yang aku kerjakan dan memberikan hatiku sepenuhnya untuk apa yang sedang aku jalankan.

Beberapa orang berkata bahwa mereka heran, bingung, dan bangga dengan segala totalitas yang aku lakukan didalam organisasi, mereka bilang aku begitu mengangumkan bisa menjalani semuanya secara bersamaan. Organisasi dan kuliah bukanlah hal yang mudah.

Aku bangga, karena aku menyadari bahwa aku selalu memberikan hatiku untuk setiap pekerjaan yang aku terima. Dengan memberi hati, aku bekerja tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah.Aku senang menyandang status mahasiswa kura-kura.


Kuliah rapat, kuliah rapat.

Maknai setiap pekerjaan dan tanggungjawab yang dimiliki, niscaya semuanya akan terasa sangat indah karena setiap pekerjaan sulit terasa menantang dan menyenangkan.



Bersama HIMAPSI saat open house 2017
Pelantikan pengurus PSGSJ (Paduan Suara Gita Swara Jaya)

Oprn house 2017


SDM PSGSJ 2016

Educational Development

Kakak kelompok makrab 2016
Projek Psylution bersama BINUS
Menyanyi wisuda 2016


Dea Astari . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates